Translate Our News To Your Langguage

Total Tayangan Halaman

THE NEW ONE NEWS

WELCOME AND JOINT TO OUR WEBSITE NEWS


OUR NEWS FULL FACT AND REAL SINCE ON THE REPORT

BERITA PHOTO

BERITA PHOTO
POLRESTA KOTA JAMBI SEDANG MELAKUKAN RAZIA DI JALAN SENTOT ALI BASA PAYO SELINCAH,JAMBI TIMUR

Rabu, 25 Januari 2012

Truk Batu Bara Di Provinsi Jambi menempuh Jalan Kota Dengan Bebas

Jambi,Reportase Kriminal Post- Perusahaan Batu Bara Di Provinsi Jambi diuntungkan dengan beralihnya arus lalu lintas yang seharusnya dilokasikan ke Jalan Lingkar Selatan namun kini melewati jalur dalam Kota Jambi. Hal tersebut dengan berbagai alasan karena jalan Lingkar Selatan Kota Jambi mengalami kerusakan . Dengan demikian para supir mengambil langkah dengan berbagai demo yang hingga pada puncaknya 17 January yang lalu, armada truk yang sesuai kesepakatan telah dilarang melintas jalan Kapten Patimura malah melintas yang pada akhirnya menurut pengakuan Rifai salah seorang yang merupakan tokoh penting juga dalam suatu instansi menandatangani sepucuk surat yang dianggapnya pada malam itu sebagai suatu dispensasi melintasnya armada batu bara yang dikatakan oleh Rifai pada malam itu pihak kepolisian tidak bisa dihubungi dengan itu, sepihak ia telah menandatangani kesepakatan antara supir, LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) dan Rifai menandatangani surat tersebut. Namun Pada akhirnya para supir armada batu bara menganggapnya sebagai surat sakti untuk melintas di dalam kawasan wilayah Kota Jambi. Dengan adanya kondisi seperti ini, pihak Pers Kota Jambi berusaha menghubungi dan meminta konfirmasi kejelasan hal tersebut yang diadakan pada malam itu di Kediaman PribadiWalikota Jambi,Bambang Prianto, Kepala Dinas Perhubungan KOta Jambi  A.   Pinem, satpol pp Kota Jambi,Sabrinato,SH di ruang tamunya. Di hadapan para tamu yang hadir dari pihak pemerintah dan insan pers terjadi perbincangan yang pada akhirnya menemukan bahwa sesungguhnya pada malam kejadian konvoi armada batu bara tersebut yang akhirnya dapat melintas bebas di dalam Kota Jambi atas prakarsa dan tanda tangan Rifai di atas sepucuk surat kesepakatan, yang dalam hal ini terus berlanjut hingga kini dan sangat merugikan pemerintah khususnya pada jalan-jalan yang ada di Provinsi Jambi. Diharapkan Pihak Pemerintah Pusat Jakarta dapat mengambil suatu gebrakan langkah kebijakan dalam menyelesaikan permasalahan tersebut , dimana dianggap bahwa pihak Dishub Kota Jambi dan pemerintah Kota Jambi tidak dapat bekerja dengan baik dan pada akhirnya hanya kembali merugikan negara dengan hancurnya sejumlah jalan Di Kota Jambi.( Hvr )**********

MESTONG POLICE SECTOR IN JAMBI PROVINCEOPERATION

Muaro Jambi,Reportase Kriminal Post-  As A police to  stay up and service citizenship and take care of for  safety  the area, they always have a rule and law for make a discipline  so there is no more citizen has a  wrong fasility to using a highway. Especially for Driving License and  to protect the citizens from the robber, thief and other  act out the Law. As A Chief of Mestong Police Sector,AKP Mahadi tells and agree with the statement to Reportase Kriminal On line Post.( Hvr )******

Kamis, 05 Januari 2012

STICKER MERAH PUTIH PADA TRUCK BEBAS MELINTAS

Jambi,Reportase Kriminal Post-      Sejak terjadinya kesepakatan pihak instansi Pemerintah Kota Jambi, Kabupaten dan Provinsi Jambi beserta Kepolisian Jambi, Dinas Perhubungan Kota Jambi yakni pelarangan terhadap truck batu bara yang bertonase lebih dari 25 ton ( MST ) cukup mengundang perhatian animo masyarakat dan pihak pengusaha batu bara, yang diizinkan adalah mobil PS atau Engkel dengan tonase 25 ton yakni berat kendaraan ditambah jumlah muatan berjalan sesaat. Namun sekarang ini Provinsi Jambi mengalami dilema baru lagi yakni dengan munculnya truck-truck batu bara yang bermuatan melebihi kapasitas yang telah disepakati dengan menggunakan kendaraan truck tronton dan dengan modus berjalan di malam hari. Keganjilan terlihat pada kendaraan truck tronton maupun Fuso tersebut yakni di pintu kendaraan tersebut tertempel sticker Merah Putih. Diduga ada sejumlah oknum-oknum yang mulai meremehkan atau melecehkan kesepakatan yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu di Provinsi Jambi.  Munculnya sticker Merah Putih tentunya diduga untuk meraup suatu keuntungan maupun kesengajaan untuk tidak memberlakukan kesepakatan yang telah diambil. Tindakan tersebut jelas tidak memberikan suatu fenomena yang baik. Dengan kata lain sejumlah oknum tersebut yang hingga saat ini belum diketahui dengan jelas siapa , memiliki motivasi yang tidak baik. Hal tersebut terjadi  tanpa diketahui secara pasti apakah telah terjadi lobby baru kepada sejumlah pengusaha batu bara untuk memberikan sejumlah fee kepada  oknum yang diduga mem-back up dengan memberikan ciri khusus pada kendaraan truck batu bara tersebut.
Diharapkan Pemerintah Pusat memperhatikan kinerja aparatur yang ada di Provinsi Jambi dengan lebih solid dan tegas sehingga tidak ada lagi oknum yang memanfaatkan situasi dan kondisi yang ada untuk meraup sejumlah keuntungan dan menciptakan kesemrawutan dan kecemburuan antar pengusaha di dalam menjalankan roda bisnisnya. Tindak tegas dan berlakukan sesuai dengan Undang-Undang dan Peraturan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI ).
Bila perlu meja-hijaukan oknum-oknum yang diduga telah terlibat di dalam permasalahan itu.
 Sejumalah masyarakat dan tokoh masyarakat yang dikonfirmasi menegaskan, bahwa Pemerintah tidak dapat menangani masalah angkutan batu bara dengan baik dan dianggap tidak becus menyelesaikan masalah kecil dan bagaimana dapat menyelesaikan masalah besar yang seandainya kelak akan terjadi ,tuturnya kepada Reportase Kriminal Post yang namanya enggan disebutkan.( Hvr )******

Sabtu, 29 Oktober 2011

ANGKUTAN BATU BARA MERAJALELA BERKAT SURAT SAKTI PERSETUJUAN

                                                                                                                                                                                       


Truk-Truk Batu bara besar yang melintas dengan leluasa di dalam Kota Jambi

Truk-truk  Batu bara besar yang bebas melintas di dalam Kota Jambi

Jambi,Reskrim Pos     Belakangan ini masyarakat Kota Jambi mengeluh karena kehadiran truk-truk besar seperti fuso,tronton dan lain-lainnya melaju di jalan raya pada siang hari sehingga banyak menimbulkan kecelakaan lalu lintas(LakaLantas). Tidak terhitung banyaknya korban jiwa yang terenggut akibat para supir truk-truk batu bara yang melintas di jalan raya tanpa mempedulikan para pengguna jalan lainnya seperti kendaraan bermotor roda dua. Selama ini pihak pemerintah tidak mau mengambil suatu langkah tegas dalam mendisiplinkan kendaraan-kendaraan jenis besar tersebut. Beberapa dan sejumlah masyarakat yang berdomisili di wilayah yang dilalui oleh truk-truk besar tersebut yang namanya enggan disebutkan mengatakan kepada RESKRIM-P, bahwa selama ini kami sangat terganggu dengan adanya truk-truk jenis besar yang melintas di wilayah kami selain debu yang ditimbulkan juga bahaya kecelakaan lalu lintaas yang sering terjadi dan merenggut korban jiwa. Korbanpun jatuh dari berbagai pihak mulai anak-anak sampai orang dewasa kemudian para pengendara kendaraan bermotor roda dua. Dan Sejumlah Instansi terkait yang berhasil dikonfirmasi tidak memberikan banyak pernyataan atas kejadian dan melintasnya truk-truk besar yang melintas pada pagi dan siang hari di wilayah yang arus lalu lintasnya padat seperti para pelajar yang menggunakan jalan raya dengan kendaraan bermotor roda dua, juga anak-anak sekolah yang berjalan kaki. Dikatakan pula oleh masyarakat Kota Jambi,"bahwa selama ini mobil truk-truk tersebut juga ugal-ugalan di jalan tanpa mempedulikan keselamatan orang lain atau pengguna jalan yang lain. Sementara pihak Polisi Lalu Lintas (Polantas Kota Jambi) tidak berkomentar apa-apa, hanya mengatakan bahwa pihak pengusaha batui bara tersebut di back-ingi oleh oknum-oknum yang berkedudukan sehingga kita susah untuk menertibkannya. Kemudian dari pihak pemerintah Kota Jambi sendiri, tidak berani mengambil tindakan tegas terhadap pengusaha batu bara yang bertaburan di Kota Jambi. Masyarakat dalam hal ini kepada RESKRIM-P mengatakan,"biarlah pemerintah dalam hal ini pelayan masyarakat, harus mengambil tindakan tegas seperti mengurangi jumlah tonase muatan truk batu bara atau mengambil suatu keputusan atau langkah untuk n dan kepada pengusaha batu bara untuk mengopersionalkan angkutannya untuk bergerak di malam hari. Dengan adanya truk-truk yang berjalan di malam hari dimana aktivitas masyarakat pengguna jalan sudah mulai berkurang tidak seperti di pagi dan siang hari. Dalam hal ini aspirasi masyarakat Kota Jambi kepada pemerintah Provinsi dan Kota Jambi cepat tanggap dan segera mengambil langkah. Dan Diharapkan juga pihak Pemerintah Pusat Jakarta dapat mengadakan tinjaun langsung atas peristiwa maupun aktivitas kendaraan-kendaraan batu bara dan bila perlu pihak pemerintah Pusat Jakarta dapt mengadakan langsung peraturan secara kompeten untuk mengatasi permasalahan tersebut. Bila terjadi pelanggaran masalah kesriusan tersebut yang menyentuh hukum-hukum yang berlaku dan di manfaatkan oleh oknum-oknum yang berkepentingan. Diharapkan ditindak secara hukum dan ketentuan Undang-Undang serta Peraturan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia(NKRI). ( Hvr )******

REPORTASE KRIMINAL POST

Sabtu, 01 Oktober 2011

KINERJA PLN JAMBI TIDAK PROFESIONAL

Jambi,Reportase Kriminal Post-  Listrik merupakan suatu kebutuhan yang sangat vital bagi kehidupan manusia sehingga dengan adanya gangguan listrik membuat kehidupan manusia menjadi tidak seimbang. Jambi salah satu Provinsi yang saat ini sedang menuju kepada perkembangan yang sangat pesat berbagai populasi manusia bertumbuh dengan baik dan pesat bahkan secara khusus pertumbuhan dan perkembangan perusahaan-perusahaan yang dikatakan secara signifikan sangatlah banyak. Terutama perusahaan yang bergerak di segala bidang sehingga konsumsi listrik merukan suatu kebutuhan yang sangat essensial sekali. Pernyataan dari pihak PLN(Perusahaan Listrik Negara)bahwa selama ini akan diadakan perbaikan fasilitas seperti penambahan Trafo primer di sejumlah kawasan dan trafo sekunder. Namun hingga detik berita ini naik,pihak PLN hanya membisu sedangkan sejumlah masyarakat Provinsi Jambi yang merasa dirugikan ,dalam hal ini arus api tegangan listrik mengalami ketidak-stabilan sehingga menciptakan suatu ekses baru yakni dengan rusaknya sejumlah peralatan yang menggunakan fasilitas listrik sebagai medianya. Bahkan ketika sejumlah pihak berwenang yang dikonfirmasi oleh pihak RESKRIM selalu tidak berada di tempat dengan alasan sedang rapat,dinas luar dan lain-lain.Dalam permasalahan ini,pihak tokoh masyarakat dan masyarakat sendiri mengharapkan penjelasan secara spesifik kepada pihak Perusahaan Listrik Negara(PLN) tentang penerangan. "Bila memang kondisi PLN(Perusahaan Listrik Negara) tidak memiliki kapasitas mesin yang memadai untuk penerangan , sebaiknya tidak lagi menambah jumlah pemasangan baru sehingga tidak terjadi "Broke dawnnya Listrik di sejumlah areal ". Diharapkan pihak PLN(Perusahaan Listrik Negara) dapat meninjau kembali prosedur pemasangan baru dan prosedur kemampuan kapasitas pihaknya dalam melayani pelanggan baru.( Hvr )******

Rabu, 28 September 2011

THE TEMPORER ACCIDENT IN JAMBI PROVINCE

Salah satu truk yang tidak memperhatikan kelaikan truk untuk operasional di Merlung hingga terbaliknya tru7k tersebut ditambah dengan tonase yang berlebihan.

Kamis, 23 Juni 2011

MOBNAS DI DUGA DIMANFAATKAN UNTUK MODUS SELINGKUH

Muara Jambi,ResKrim-P Beberapa waktu yang lalu di Desa Mekar Jaya Kecamatan Sei Gelam Kabupaten Muaro Jambi di duga telah terjadi perbuatan cabul atau perselingkuhan yang dilakukan oleh oknum pejabat pihak staff SOSNAKER Muaro Jambi. Kronologis kejadian,sekitar pukul 02.00WIB dini hari di RT 10,oknum pejabat pihak Staff SOSNAKER Muara Jambi yang diduga telah melakukan percabulan bernama Yakub,S.Pd dengan seorang perempuan yang diduga juga terlibat perbuatan cabul yang bernama Astuti. Saat kejadian sepasang sejoli tersebut yang bukan syah sebagai suami-istri berada di dalam rumah sang perempuan. Warga masyarakat RT 10 yang merasa curiga dengan adanya mobil bernomor polisi merah tersebut mulai mengumpulkan perwakilan dari 3 RT di wilayah Kecamatan Sei Gelam dan melakukan penggerebekan dan didapati kedua sepasang sejoli yang bukan suami-istri tengah melakukan tindak percabulan atau asusila di kediaman sang perempuan tersebut. Kendaraan roda empat yang dipergunakan oleh pejabat staff SOSNAKER tersebut adalah mobil dinas milik Kepala Dinas SOSNAKER Muara Jambi dengan nomor polisi BH 45 GZ yang dijadikan sebagai transportasi untuk melakukan modus percabulan tersebut. Demikian Pengakuan ke - 50 orang perwakilan masyarakat 3 RT di Kecamatan Sei Gelam Kabupaten Muaro Jambi kepada Media On-Line Reportase Kriminal. Hingga saat ini kejadian tersebut ,belum mendapatkan penyelesaian dari pihak pemerintah Daerah setempat. Dengan terbitnya berita ini,pihak pemerintah Pusat khususnya Kota Jambi cepat mengambil tindakan tegas dan sanksi tegas bagi pejabat staff SOSNAKER tersebut maupun pihak Pemerintah Pusat Jakarta agar mengadakan komunikasi langsung dengan kepemimpinan Provinsi jambi yakni Gubernur agar kelak tidak lagi terjadi hal seperti itu tanpa ada penyelesaian yang tegas,sanksi dan keputusan secara hukum dan undang-undang yang berlaku di wilayah Republik Indonesia.********

Kamis, 09 Juni 2011

Disgub dan Lantas melakukan Razia di Jalan Pangeran Hidayat Pal V Kota Baru Kota Jambi

reportasekriminalpost.blogspot.com

Pemerintah yang bagaimana seharusnya menjadi pengayom masyarakat yang benar dan baik serta memenuhi kaidah hukum yang ada di Indonesia?