Loading...

Translate Our News To Your Langguage

Total Tayangan Halaman

THE NEW ONE NEWS

WELCOME AND JOINT TO OUR WEBSITE NEWS


OUR NEWS FULL FACT AND REAL SINCE ON THE REPORT

BERITA PHOTO

BERITA PHOTO
POLRESTA KOTA JAMBI SEDANG MELAKUKAN RAZIA DI JALAN SENTOT ALI BASA PAYO SELINCAH,JAMBI TIMUR

Kamis, 19 April 2012

OPINI

     THE GOVERNMENT SHOULD BE WISDOM



Country will be a good and strong if the citizenship  have a solid responsibility and always know their duty. Indonesian one of a big country with the thousand of archipelago, Indonesian also  has a lot of langguages come from various etnis. 
especially for jambi province , the government suppose to be  a good image for their people or citizenship. why??? The citizenship have got everything not good , they are be a victim of the government. so many citizenship was fall couse they are too poor be a citizenship in Jambi Province.  So much Laws was rise but not the one of Laws really by doing of our government. 
everyone, everytime and every where there are so much tears fall from the citizenship.  Laws just be done for a really poor man but never done for a rich personal. Laws just a sugar  for a part of  we called rich man but Laws be a poison for  whole of we called  A poor man.  So far a way   and  how long our Laws will be a great man for everyone , everywhere and  be a great Laws and full atract and action?????
"Laws is Law , human is human , rich man is rich man and the poor man is poor man".
Whose care , whose will be a right one to obedience the Laws, and what will be with the Laws????
Good Government  is good human ,   good Laws  always be wisdom to get and fall the great justice to everyone without  you or me are your family , Laws will be done it and push a punishment if you or me have done a  wrong and  un obedience and no compromise. When we will feel it good,happy and get same position as a citizenship?

"Don't   ask me but ask yourself , are you good or the Laws is not good"????

Let doing the Laws on the proportional , then our country and our government will be the winner with the citizenship together ,  now , tomorrow and the future".



                                         Humble of The Laws
                                                      Hvr

ALOKASI DANA KELOMPOK TANI DESA SUMBER HARAPAN ABU ABU

Kuala tungkal , Reportase Kriminal Post         Alokakasi dana bagi penanaman bibit karet di Desa Tanjung Tayas Kecamatan Tungkal Ulu semakin menjadi abu abu, hal tersebut  dikarenakan jumlah dana untuk penggarapan lahan kaet seluas 33 ha itu bernilai  RP.132 juta dengan ketentuan 1 ha lahan menerima bantuan alokasi dana senilai RP. 4 juta.
Masalah tersebut dijelaskan Kepala Desa  Tanjung Tayas,Zainudin  beberapa waktu lalu,"bahwa bila kisaran nilainya RP.53 juta itu tidak benar. Ditambahkan oleh Zainudin,saat sosialisasi dari Dinas Perkebunan Tanjab Barat ,Kepala Desa beserta Camat Tungkal Ulu juga ikut menghadiri. 
Jika hanya RP.35 juta 8 ratus ribu itu tidak benar karena saat sosialisasi dari Dinas,saya juga hadir dan pada saat itu alokasi dana yang dikucurkan untuk 1 hektar senilai RP.4 juta. Jadi kalau 33 ha dana untuk kelompok tani Sumber Harapan senilai RP.132 juta,tegasnya.
Ditambahkan pula ,pihak Dinas juga meminta kepada aparat desa untuk ikut melakukan pembinaan tentang pelaksanaan peremajaan karet di wilayah ini. Kita juga ditunjuk agar ikut melakukan pembinaan , sayangnya sampai persoalan ini mencuat , ketua kelompok tani tidak pernah berkoordinasi dengan desa. Sementara pada rapat awal di BPP Tungkal Ulu,semuanya jelas baik pendanaan amaupun teknis pekerjaan,tegasnya kepada Reportase Kriminal Post.
Zainudin juga menanbahkan ,untuk biaya pembelian bibit karet bagi lahan seluas 33 ha senilai RP.90 juta tujuh ratus lima puluh ribu berarti dari total jumlah dana keseluruhan masih tersisa senilai RP.41 juta dua ratus lima puluh ribu rupiah.
Jadi uang apa yang dimaksud RP.58 juta dan katanya dikembalikan senilai RP.40 juta, yang RP.18 juta lagi kemana???? Belum lagi uang sisa pembelian bibit. Kita meminta Dinas terkait segera menuntaskan permasalah tersebut. Bila memang ada indikasi korupsi proses saja secara hukum,tegas Zainudin. ( HIFNI )******************

SDN 156/V LUBUK RAWAS MENYEDIHKAN

Tanjab Barat -       Reportase Kriminal Post     Institusi Pendidikan  suatu wadah tempat mendidik anak-anak pada usia belajar. Alangkah sedihnya bila suatu institusi Pendidikan namun tidak memperhatikan   kebutuhan dan keperluan siswa serta kesehatan mereka.   Realitas ternyata berbeda dengan teori. Sekolah Dasar Negeri 156 Lubuk Lawas Tanjung Jabung Barat sebagai contohnya,siswa masih menerima keadaan yang sangat memprihatinkan. Para guru mengajar di kelas ternyata masih menggunakan kapur tulis sedangkan sekolah lainnya sudah menggunakan alat tulis spidol untuk menulis di papan tulis ketika guru mangajar. 
Suasana mengajar menggunakan kapur tulis di SDN 156/V Tanjab Barat,Provinsi Jambi
 Bila ditinjau secara langsung ada banyak sekolah Dasar Negeri yang memiliki siswa yang jumlahnya sedikit namun dalam pembelajaran , guru menggunakan alat tulis spidol ketika memberikan bahan pengajaran sewaktu menulis di papan tulis.
Kepala sekolah Sekolah Dasar Negeri 156/V,Yasmir A,Mapd ketika dikonfirmasi Reportase Kriminal Post dengan terus terang mengakui,"bahwa di sekolah tersebut tidak ada managementnya, yang ada hanya aturan saya sendiri,aku Yasmir dengan angkuh".
Salah seorang guru yang namanya enggan disebutkan mengakui,"bahwa selama ini saya mengajar di sekolah tersebut tidak pernah terlepas dari kapur tulis". Dan bila kami para guru menanyakan kapan kita akan menggunakan alat tulis spidol  kepada kepala sekolah, Yasmir marah-marah". Hal tersebut juga terbukti,ketika  Reportase Kriminal Post menanyakan hal yang sama terhadap kepala sekolah,beliau juga marah-marah. Bahkan Yasmir menjawab," Zaman Rasullullah dulu, orang belajar tidak ada yang menggunakan alat bantuan ( aid-red ) dan alat peraga,jadi kami mau ngomong apa lagi. Yang penting kami menjalankan tugas , tegas Yasmir.
Diduga kepala sekolah Dasar Negeri 156/V  tidak transparan dalam mengalokasikan Dana Bantuan Operasional Sekolah ( BOS ). Sekolah tersebut terkesan amburadul , salah satu contohnya tidak terdapatnya  meja kursi bagi para guru dan kepala sekolah seperti sekolah-sekolah yang lainnya.
Dalam hal itu, sejumlah siswa menegaskan,"bahwa mereka merasa tidak nyaman dalam proses belajar mengajar di kelas. 
Kepala UPTD ( Unit Pelaksanaan Teknik Dinas ) Kecamatan Batang Asam ketika dikonfirmasi via ponsel menegaskan," pihaknya telah berupaya memberikan pembinaan terhadap setiap kepala sekolah dalam Kecamatan Batang Asam baik mengenai penggunaan dana BOS , BSM dan Juknis lainnya  agar mutu pendidikan di Batang Asam menuju kepada kemajuan. Dikatakan oleh Kepala UPTD Kecamaan Batang Asam, meskipun ditemukan di lapangan ada sejumlah kepala sekolah yang tidak bijaksana dan berada dalam naungan kepemimpinannya, itu murni kesalahan para kepala sekolah itu sendiri". Saya akan memperketat lagi pengawasan terhadap para kepala sekolah  ke depannya,tegasnya. ( HIFNI ) **************** 

reportasekriminalpost.blogspot.com

Pemerintah yang bagaimana seharusnya menjadi pengayom masyarakat yang benar dan baik serta memenuhi kaidah hukum yang ada di Indonesia?