Loading...

Translate Our News To Your Langguage

Total Tayangan Halaman

THE NEW ONE NEWS

WELCOME AND JOINT TO OUR WEBSITE NEWS


OUR NEWS FULL FACT AND REAL SINCE ON THE REPORT

HERE ARE YOUR LIFE ADVERTISING

Ada kesalahan di dalam gadget ini

BERITA PHOTO

BERITA PHOTO
POLRESTA KOTA JAMBI SEDANG MELAKUKAN RAZIA DI JALAN SENTOT ALI BASA PAYO SELINCAH,JAMBI TIMUR
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Kamis, 19 April 2012

SDN 156/V LUBUK RAWAS MENYEDIHKAN

Tanjab Barat -       Reportase Kriminal Post     Institusi Pendidikan  suatu wadah tempat mendidik anak-anak pada usia belajar. Alangkah sedihnya bila suatu institusi Pendidikan namun tidak memperhatikan   kebutuhan dan keperluan siswa serta kesehatan mereka.   Realitas ternyata berbeda dengan teori. Sekolah Dasar Negeri 156 Lubuk Lawas Tanjung Jabung Barat sebagai contohnya,siswa masih menerima keadaan yang sangat memprihatinkan. Para guru mengajar di kelas ternyata masih menggunakan kapur tulis sedangkan sekolah lainnya sudah menggunakan alat tulis spidol untuk menulis di papan tulis ketika guru mangajar. 
Suasana mengajar menggunakan kapur tulis di SDN 156/V Tanjab Barat,Provinsi Jambi
 Bila ditinjau secara langsung ada banyak sekolah Dasar Negeri yang memiliki siswa yang jumlahnya sedikit namun dalam pembelajaran , guru menggunakan alat tulis spidol ketika memberikan bahan pengajaran sewaktu menulis di papan tulis.
Kepala sekolah Sekolah Dasar Negeri 156/V,Yasmir A,Mapd ketika dikonfirmasi Reportase Kriminal Post dengan terus terang mengakui,"bahwa di sekolah tersebut tidak ada managementnya, yang ada hanya aturan saya sendiri,aku Yasmir dengan angkuh".
Salah seorang guru yang namanya enggan disebutkan mengakui,"bahwa selama ini saya mengajar di sekolah tersebut tidak pernah terlepas dari kapur tulis". Dan bila kami para guru menanyakan kapan kita akan menggunakan alat tulis spidol  kepada kepala sekolah, Yasmir marah-marah". Hal tersebut juga terbukti,ketika  Reportase Kriminal Post menanyakan hal yang sama terhadap kepala sekolah,beliau juga marah-marah. Bahkan Yasmir menjawab," Zaman Rasullullah dulu, orang belajar tidak ada yang menggunakan alat bantuan ( aid-red ) dan alat peraga,jadi kami mau ngomong apa lagi. Yang penting kami menjalankan tugas , tegas Yasmir.
Diduga kepala sekolah Dasar Negeri 156/V  tidak transparan dalam mengalokasikan Dana Bantuan Operasional Sekolah ( BOS ). Sekolah tersebut terkesan amburadul , salah satu contohnya tidak terdapatnya  meja kursi bagi para guru dan kepala sekolah seperti sekolah-sekolah yang lainnya.
Dalam hal itu, sejumlah siswa menegaskan,"bahwa mereka merasa tidak nyaman dalam proses belajar mengajar di kelas. 
Kepala UPTD ( Unit Pelaksanaan Teknik Dinas ) Kecamatan Batang Asam ketika dikonfirmasi via ponsel menegaskan," pihaknya telah berupaya memberikan pembinaan terhadap setiap kepala sekolah dalam Kecamatan Batang Asam baik mengenai penggunaan dana BOS , BSM dan Juknis lainnya  agar mutu pendidikan di Batang Asam menuju kepada kemajuan. Dikatakan oleh Kepala UPTD Kecamaan Batang Asam, meskipun ditemukan di lapangan ada sejumlah kepala sekolah yang tidak bijaksana dan berada dalam naungan kepemimpinannya, itu murni kesalahan para kepala sekolah itu sendiri". Saya akan memperketat lagi pengawasan terhadap para kepala sekolah  ke depannya,tegasnya. ( HIFNI ) **************** 

reportasekriminalpost.blogspot.com

Pemerintah yang bagaimana seharusnya menjadi pengayom masyarakat yang benar dan baik serta memenuhi kaidah hukum yang ada di Indonesia?

BlogUpp!

Ada kesalahan di dalam gadget ini